logo rilis

Unik! Setelah Meninggal, Baru Diketahui Positif Covid-19
berita
Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus menggelar konferensi pers (konpers) di sekretariatnya, Kamis malam (21/5/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Adi Yulyandi
RILIS.ID, Tanggamus – Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus menggelar konferensi pers (konpers) di sekretariatnya, Kamis malam (21/5/2020). 

Konpers menyikapi maraknya informasi di masyarakat bahwa ada ODP Covid-19 meninggal dunia pada 10 Mei dan baru dinyatakan positif pada 21 Mei,  

Hadir Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus dr Eka Apriyanto didampingi Kepala Dinas Kesehatan Taufik Hidayat.

Selain itu terlihat Kalak BPBD Ediyan Toha; Dirut RSUD Batin Mangunang dr Diyan Ekawati; dan Kabid Humas Ismail.

Dalam keterangannya, Eka membenarkan informasi yang ada. Pasien yang meninggal adalah pria berusia 69 tahun.

Ia memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan dan merupakan warga Kecamatan Pulau Panggung. 

"Pada 22 Maret, pasien batuk dan badannya panas. Tindakan farmalogis yang dilakukan adalah pengobatan simtomatis sesuai keluhan,” paparnya. Kemudian dilakukan tindakan non-farmakologis berupa edukasi dan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah.

Pada 7 April, waktu isolasi mandiri selesai. Empat hari berikutnya, pasien mengeluh sesak nafas saat melakukan aktivitas ringan.

Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Panti Secanti Gisting berdasarkan rujukan puskesmas dengan diagnosa CHF.

Tanggal 12 April, pasien dirawat di RS Panti Secanti dengan diagnosa CHF dan TB Paru.

Kemudian 15 April dilakukan rapid test dengan hasil non-reaktif.

Keesokan harinya, pasien diperbolehkan pulang dan rawat jalan.

Lalu pada 2-8 Mei, ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu dengan keluhan sesak nafas dan diagnosa CHF dan TB Paru.

Pada 3 Mei, kembali dilakukan rapid test di RS Mitra Husada dengan hasil non-reaktif (negatif).

Lalu dilanjutkan pemeriksaan swab pada 8 Mei. Pasien dalam kondisi baik dan diperbolehkan pulang.

Namun dua hari kemudian, ia meninggal dunia di rumah.

Selama ini, pihak medis terus mengawasi pasien sejak awal sampai meninggal dunia. Dalam proses pemakaman juga tidak menerapkan prosedur Covid-19.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan tes swab, Kamis (21/5/2020, Red), pasien dinyatakan positif Covid-19," jelas Eka.

Atas hasil tersebut, Tim Covid-19 Tanggamus telah melakukan sejumlah langkah. Di antaranya tracing perjalanan dan mendata orang yang memiki riwayat kontak dengan pasien.

”Jumat (22/5/2020, Red), tim melakukan rapid test kepada 38 orang yang sempat kontak dengan pasien,” kata Eka.

Diyan menambahkan, sesuai tahapan, usai rapid test, akan dilakukan tes swab.

Swab kemungkinan dilakukan terhadap keluarga pasien positif Covid-19. Hal itu untuk menemukan orang lain yang bisa saja terinfeksi Covid-19.

Menurut Diyan, pasien 01 adalah kasus unik karena baru 43 hari diketahui positif Covid-19. Hal ini berbeda dengan pasien yang selama ini ada. Gejala biasanya timbul tujuh hari. 

Kadiskes Taufik Hidayat meminta pers sama-sama menyadarkan masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah. Sebab di Tanggamus sudah ada kasus positif Covid-19.

”Terlebih saat mendekati Idul Fitri ini," pungkas Taufik. (*)

EDITOR: gueade



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari