logo rilis

Dosen IIB Darmajaya Onno W Purbo: Indonesia Bisa Hidupkan Jaringan 5G ke Desa
berita
Seminar daring Jaringan Nirkabel 5G berbasis Cloud yang digelar IIB Darmajaya bersama Penerbit Andi, Sabtu, (21/11/2020)./FOTO ISTIMEWA
RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Dosen tetap Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Onno W Purbo menjadi pembicara dalam seminar daring ”Jaringan Nirkabel 5G berbasis Cloud” yang digelar IIB Darmajaya bersama Penerbit Andi, Sabtu, (21/11/2020).

Pada seminar itu, Onno mengatakan, teknologi 5G lebih hemat energi dibandingkan dengan 4G. Sebab, teknologi 5G hanya cukup menggunakan software.

”Untuk kecepatan, 5G juga lebih cepat dibandingkan dengan 4G,” ujarnya.

Menurut penerima penghargaan Jonathan B Postel Award 2020 ini, untuk berpindah-pindah tempat kecepatan, 5G di bawah dari 4G.

Pria yang juga Dosen Magister Teknik Informatika IIB Darmajaya ini juga menjelaskan beberapa desa di Papua telah memiliki base transceiver stasion (BTS) mandiri.

”Ada seorang guru yang membuat BTS dengan hanya biaya Rp7 juta dapat menyalakan internet di desa-desa tersebut,” jelasnya.

Onno mengungkapkan, untuk komponen pembuatan BTS juga mudah didapatkan barangnya. Karenanya, teknologi 5G yang murah ini juga dapat membuat internet murah se Indonesia terutama di desa-desa.

Pemerintah, kata dia, juga telah mendukung dalam hal regulasi untuk uji coba teknologi jaringan berdasarkan peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika Nomor 6 Tahun 2016.

”Karena jaringan yang akan digunakan di desa juga tidak mengganggu operator seluler yang ada,” ucapnya.

Narasumber lainnya Tosy Caesar Kurniawan juga mengatakan, jaringan 4G belum merata di seluruh Indonesia dan kini telah beralih ke 5G.

”5G ini bukan hanya cepat, tetapi mengurangi penggunaan sumber daya energi. Sumber daya energi yang digunakan lebih ringan. Karena itu disebut 5G green,” katanya.

Mahasiswa Magister Teknik Informatika IIB Darmajaya ini menuturkan, ketergantungan pengguna akan internet dan jaringan seluler dengan kecepatan jaringan 5G dikarenakan keramahan penggunaan di area hutan, laut, dan pesawat.

”Jaringan mengalami perkembangan dari 1G mulai tahun 1980 hingga tahun 2010 sudah ke 4G dan saat ini juga telah beralih ke 5G,” pungkasnya.(*)

EDITOR: Wirahadikusumah



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik




Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari