logo rilis

Dipolisikan, Kadisporapar Lampura: Itu Masalah Kedinasan
berita
Kadisporapar Ilham Akbar saat mendatangi kediaman Amin Syukri/Screenshot
RILIS.ID, Lampung Utara – Keributan terjadi antara Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Lampung Utara (Lampura), Rabu (20/05/2020) dengan mitra kerjanya. Keributan itupun dilaporkan ke Polres Lampura.

Keributan terjadi di rumah Amin Syukri, yang merupakan mitra kerja Disporapar Lampura di Gg. Bangau Lima Kebun 4, Kotabumi Selatan.

Menurut Amin, kronologi kejadian bermula saat staf Dispora Bidang Kebudayaan menghubunginya agar datang ke kantor untuk jalan bersama ke Bandarlampung dengan membawa dokumen penting.

Namun, karena Amin telah memiliki jadwal bertemu dengan kawan lamanya, ia meminta izin untuk jalan pukul 14.00 WIB.

"Saya bilang kalau pagi ini saya nggak bisa, karena saya nggak ada waktu sudah janjian dengan kawan saya jam 1 (13.00 WIB)," Jelasnya saat dihubungi via telephon oleh Tim Rilis Lampung, pukul 17.50 WIB.

Lanjutnya, setelah sepakat dengan staffnya untuk jalan ke Bandarlampung pukul 14.00, tiba - tiba staf Dispora menghubungi Amin dan msmberitahu jika dirinya berada di depan kediaman Amin.

Ilham Akbar, Kadisporapar Lampura ini datang ke rumah Amin dan berbicara dengan nada tinggi.

"Apa maksud Pak Amin ngga mau nganterin dokumen itu," kata Amin menirukan gaya bicara Ilham Akbar.

Karena telah membuat keributan dan kejadian tidak menyenangkan di rumahnya, Amin melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lampura.

Atas laporan Perbuatan tidak menyenangkan dengan nomor LP/482/B/V/2020/POLDA LAMPUNG / SPKT RES LU, pertanggal 20 Mei 2020.

Amin berharap kejadian ini dapat segera diatasi agar pejabat di Lampura tidak lagi berperilaku seperti itu terhadap mitra kerjanya.

Saat dikonfirmasi sebagai terlapor, Ilham Akbar menyangkal laporan itu.

Menurutnya, yang terjadi tidak seperti diinformasikan, hanya sebatas masalah kedinasan. Dan disana hanya sebatas bahasa persuasif saja.

"Itu masalah kedinasan, jadi saya kesana untuk mempertanyakan kejelasannya. Betul nadanya tinggi tapi tidak ada pengancaman atau bahkan ada unsur main tangan di sana. Makanya akan melihat kejelasannya seperti apa, sebab tadi sore informasi diterima belum ada laporannya saat ditanyakan kepada Polres, "Kata dia melalui sambuan telepon seluler kepada awak media, Rabu (20/5/2020).

Menurutnya, apa yang menjadi dasar laporan itu terlalu mangada-ada. Sebab, dokumen yang dimaksud sedang ditunggu BPK di Bandarlampung, dan itu ada hubungannya dengan dia.

"Itukan kerabatnya yang punya kegiatan, makanya coba kita bantu. Dan seharusnya ada timbal baliknya, dan saya kesana wajar-wajar saja. Tidak ada hal yang dilaporkan tersebut," tambahnya.

Dirinya mengaku saat ini masih akan mempelajari tindak lanjut laporan tersebut. Belum akan melakukan tindakan hukum lainnya, atas hal yang dilaporkan tersebut.

"Saat ini kita masih menunggu, seperti apa kelanjutan. Untuk memberikan laporan balik pencemaran nama baik, sebab tidak seperti yang dilaporkan itu. Jadi sekarang masih menunggu, "pungkasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lampung Utara, AKP Mukhammad Hendrik Apriliyanto, membenarkan bahwa adanya laporan tersebut.

"Laporan sudah kami terima, saat ini korban sedang dilakukan BAP, hal itu guna menindaklajuti laporannya atas dugaan pemgancaan terhadap korban. Kasus ini, masih tahap penyelidikan, " kata AKP Hendrik melalui sambung telepon, Rabu (20/5/2020).(*)

EDITOR: Adi Pranoto



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari