logo rilis

Sedih, Korban Puting Beliung Belum Dapat Bantuan Pemerintah
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
RILIS.ID, Mesuji – Puluhan korban puting beliung di Mesuji masih berharap bantuan dari pemerintah kabupaten setempat. Karena dampak kerusakan akibat bencana itu sangat besar.

Purwanto (55), warga Wirabangun, Simpangpematang, mengatakan rumahnya hancur, rata dengan tanah dihantam puting beliung 12 hari lalu.

Saat ini, kata pria yang sehari-hari berjualan sayur dan menjemur onggok itu, untuk sementara dia menumpang di rumah anaknya.

”Nanti kalau sudah ada (uang) untuk membangun, ya pindah lagi,” ujarnya, diamini warga lainnya, Hartowi, Surani, dan Siti Munawaroh, Senin (1/6/2020).

”Kami malah tidak ditanya-tanya kalau batang-batang pohon karet kami tumbang. Tapi ya sudahlah, ikhlas saja,” sambung Budi, warga Simpangpematang.

Padahal, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mesuji, Sahril, sebelumnya mengatakan bahwa semua korban bencana sudah beres didata.

”Khususnya rumah-rumah kena bencana. Kita kerja sama dengan TNI-AD,” ujarnya. 

Sedangkan yang sawah dan ladang, jelas Sahril, merupakan tanggungjawab Dinas Pertanian.

Sementara, Dinas Pertanian Mesuji, sepuluh hari dari bencana terjadi, mendata terdapat 2400 hektare (ha) sawah yang terdampak. 

Kadis Pertanian, Pariman, menjelaskan lokasi tersebut tersebar di tiga kecamatan yakni Simpangpematang (110 ha), Mesuji Timur (35 ha), dan Rawajitu Utara (2.270 ha)

Namun, kata Pariman, jumlah tersebut belum seluruhnya. Ia menerangkan jika data dari desa-desa belum masuk semua.

”Sedangkan mengenai jenis bantuan dari Dinas Pertanian, biasanya benih padi agar dapat ditanam kembali,” ujarnya. Untuk kebun karet yang juga terkena bencana, ia tidak menjelaskan.

Di tengah situasi tersebut, beruntungnya masih ada pihak-pihak yang langsung terjun untuk membantu warga yang terkena musibah.

Salah satu inisiator yang ikut meringankan beban warga adalah Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Mesuji, Tata Riyanto, yang juga Kepala SMKN I Simpangpematang.

”Saya hanya menyalurkan kepedulian teman-teman alumni di  SMAN Kota Gajah angkatan ’85,” ujarnya. Ia terjun langsung ke desa-desa yang terkena bencana puting beliung beberapa waktu lalu.

Ia melihat bebera rumah rusak ringan, sedang, dan parah. Jadi, yang kerugian diperkirakan di atas Rp5 juta, ada banyak.

”Maka kita pilih yang besar-besar. Lalu kita bantu seadanya, karena ini kan dari kantong pribadi teman-teman saja,” ungkapnya.

Selain itu, satu musala di Wirabangun dan satu pesantren yakni Ponpes Darul El Fiqri di Desa Simpangmesuji, Simpangpematang juga berusaha dibantu.

”Kita lihat kondisinya di Ponpes Darul El Fiqri, ada atap baja ringan yang roboh semua. Dan kini dalam proses perbaikan,” terangnya.

Ia berharap semua elemen di Mesuji dengan kapasitas masing-masing dapat membantu setiap warga yang tertimpa bencana.

”Karena kalau kita merasakan beban saudara kita, dan membantu meringankan dengan gotong-royong, pasti semua akan mudah dilewati,” tutupnya. (*)

EDITOR: gueade



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari