logo rilis

Safari Jurnalistik ke Waykanan, Supriyadi Ajak Wartawan Terapkan Protokol Kesehatan
berita
Ketua PWI Provinsi Lampung Supriyadi Alfian saat menyampaikan pengarahan kepada pengurus dan anggota PWI Waykanan di aula Gedung Balai Wartawan PWI Waykanan, Senin (13/7/2020)./FOTO YULIANTO/RILISLAMPUNG.ID
RILIS.ID, WAYKANAN – Rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung melanjutkan kegiatan safari jurnalistik jelang new normal. Setelah sebelumnya berkunjung ke Lampung Timur (Lamtim) beberapa hari lalu, safari dilanjutkan ke Kabupaten Waykanan, Senin (13/7/2020).

Rombongan yang terdiri dari Ketua PWI Lampung Supriadi Alfian dan Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Juniardi dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Wirahadikusumah itu diterima langsung oleh Ketua PWI Waykanan Novita Sari dan para pengurus dan anggota kabupaten setempat di Balai Wartawan PWI Way Kanan.

Dalam sambutannya, Supriyadi menekankan kepada wartawan untuk terus menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan jurnalistik.

”Alhamdulillah di masa pandemi covid-19 ini seluruh wartawan di PWI khususnya di Waykanan tidak tidak terdengar kabar ada yang terkena Corona. Kendati begitu, kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan tugas-tugas kita sebagai wartawan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Lampung Wirahadikusumah dalam pemaparannya juga menyampaikan terkait ada perubahan yang terjadi dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik di masa pandemi ini.

Menurutnya, yang berubah di masa pandemi ini adalah pola peliputannya. Seperti metode wawancara yang bisa menggunakan video call atau menggunakan teknologi lainnya. Atau jika wawancara tatap muka langsung saat ini harus menggunakan masker dan menjaga jarak.

Tetapi, terus dia, kendati pola peliputan berubah, untuk pola penulisan tidak boleh berubah. Dalam penyajian informasi tetap harus mematuhi kode etik jurnalistik dan UU Pers No.40 Tahun 1999.

”Jadi, pola peliputan boleh berubah. Tapi pola penulisan tetap sama. Kita harus taat kepada kode etik jurnalistik dan UU Pers No.40 Tahun 1999,” tegasnya.

Senada disampaikan Juniardi. Menurutnya, di masa pandemi ini,wartawan tidak boleh ”baperan”. Jangan sampai, kata dia, wartawan tidak mau bersalaman, tiba-tiba kita marah. Padahal kan nara sumber itu sedang menerapkan protokol kesehatan.(*)

 

 



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari