logo rilis

Luncurkan Program ”Terus Usaha”, Grab Dorong Digitalisasi UMKM Bandarlampung
berita
Screenshot acara Virtual peluncuran Program Terus Usaha/FOTO SCREENSHOOT/RILISLAMPUNG.ID
RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Grab terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Indonesia. Tidak terkecuali di Provinsi Lampung.

Buktinya pada Selasa (14/7/2020), perusahaan ini meluncurkan program bernama ”Terus Usaha”. Program ini dibuat untuk mendukung digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Bandarlampung.

Dalam rangka peluncuran program itu, Grab menggelar acara diskusi virtual melalui aplikasi Zoom. Dengan menghadirkan pembicara Wakil Gubernur Lampung Chusnunia; Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lampung Agus Nampitu; Asisten II Pemkot Bandarlampung Pola Pardede; Kepala Seksi Pengembangan Penguatan dan Perlindungan Koperasi Dinas UMKM Lampung Gunawan; dan Head of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya; sertaSenior Economist,Tenggara Strategics Lionel Priyadi.

Di acara itu juga, Grab mengumumkan hasil riset terbaru tentang kontribusi Grab di Bandarlampung melalui gig workers-nya. Yaitu sebesar Rp471 miliar bagi ekonomi Bandarlampung melalui digitalisasi UMKM di kota ini lewat program Terus Usaha. 

Pada acara itu juga dijelaskan, dalam memasuki era tatanan baru, Grab meluncurkan program Terus Usaha yang tujuannya untuk mempercepat proses transformasi digital ratusan ribu UMKM di Bandarlampung.

Head of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya dalam pemaparannya mengajak bisnis kecil dan tradisonal di Bandarlampung untuk merangkul teknologi agar tidak tertinggal dalam era digital.

”UMKM merupakan tulang punggung perekonomian berbagai kota di Indonesia dan Grab ingin membantu UMKM berkembang lebih maju dengan meningkatkan daya saing mereka di pasaran,” ujar Richard.

Ia menjelaskan, selama pandemi ini, ia melihat UMKM yang belum beralih ke platform digital merasakan dampak negatif. Yakni, jumlah pelanggan mereka berkurang akibat dibatasinya kegiatan masyarakat di luar rumah.

”Ini membuat kami fokus pada digitalisasi dan edukasi UMKM agar mereka bisa bangkit, karena saat mereka bertumbuh, ketahanan ekonomi kota akan terjaga,” paparnya.

Ia menambahkan, program ”Terus Usaha” ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Grab For Good yang bertujuan memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati manfaat positif dari teknologi yang inklusif.

Sementara, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia mengapresiasi terobosan Grab di masa pandemi saat ini. Sebab, melalui program ini, penjual dan pembeli dapat terlindungi.

”Pemprov Lampung juga senantiasa mendorong UMKM agar menerapkan digitalisasi,” kata dia.

Selama ini, terus Nunik –sapaan akrab Chusnunia- UMKM memiliki hambatan atau kesulitan dalam memasarkan produknya. Menurutnya, dengan keberadaan Grab ini, sangat membantu untuk memfasilitasi antara produsen dengan konsumen.

Nunik juga menilai perlu adanya kolaborasi pemerintah dan swasta dalam meningkatkan peran UMKM sebagai penggerak sektor riil dan pilar perekonomian di Indonesia.

Senada disampaikan Asisten II Pemkot Bandarlampung Pola Pardede. Ia juga mengapresiasi langkah Grab dalam menunjang perekonomian rakyat Bandarlampung. Terlebih dengan adanya gig workers dan UMKM lokal.

”Pemkot Bandarlampung menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peluncuran program Terus Usaha di Bandarlampung. Kami percaya UMKM memerlukan bekal cukup untuk memajukan perekonomian Indonesia,” katanya. 

Menurut Pola Pardede, digitalisasi memang diperlukan untuk memastikan UMKM dapat bersaing secara luas.  

”Saat ini, UMKM berkembang, sektor ini akan memberikan lebih banyak kesempatan dan peluang pekerjaan kepada lebih banyak orang,” ungkapnya.

Sementara, Senior Economist Tenggara Strategics Lionel Priyadi mengatakan, gig workers yang ada di dalam platform Grab membantu meningkatkan nilai kehidupan untuk banyak pihak.  

”Riset yang sudah dilakukan di Bandarlampung memberikan data tentang kontribusi perekonomian yang langsung dirasakan para gig workers di Bandarlampung. Kami melihat adanya peningkatan 10 persen dari kualitas hidup para pekerja informal setelah bergabung dengan Grab. Masyarakat di sekitar juga tetap merasa terbantu dalam hal-hal lainnya terlebih saat mereka harus di rumah akibat wabah COVID-19,” nilainya.

Ia menambahkan, sistem digital ini juga yang akan menyiapkan para gig workers untuk menyambut era tatanan hidup baru.  

Head of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya dalam closing statementnya mengatakan, Grab yakin program ”Terus Usaha” yang dijalankan di Bandarlampung mampu mengembalikan perekonomian masyarakat lokal akibat wabah COVID-19.  

”Kami akan terus berupaya agar wirausahawan mikro atau bisnis sekecil apapun mampu beradaptasi dalam era tatanan baru dan mempertahankan mata pencaharian mereka,” yakinnya.

Ia mengaku, masa depan memang tak bisa diprediksi, tetapi masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang mampu menghadapi tantangan dan terus bertahan. Itu, kata dia, sejalan dengan misi Grab For Good.

”Kami berharap dapat membantu UMKM untuk bangkit bersama. Juga bersama mengubah susah jadi mudah dengan Terus Usaha,” tutupnya.  

Diketahui, 5 program yang difasilitasi dalam program ”Terus Usaha” di antaranya adalah:

1. Iklan gratis dan bazar online di laman utama Grab ntuk membantu para UMKM  meningkatkan visibilitas online dan meningkatkan penjualan.

2. Website khusus UMKM (www.grabforgood.id). Di mana program ini untuk mencari tips terkait pengembangan bisnisnya, inspirasi dan konsultasi dengan berbagai bisnis kecil yang sukses. Selain itu para penggiat UMKM juga dapat langsung bergabung dalam ekosistem digital Grab melalui website ini.

3. Program Grab Accelerator UMKM. Program ini bermitra dengan organisasi nirlaba, Sahabat UMKM dalam menyediakan program pelatihan dan dukungan bagi pemilik usaha kecil di Indonesia. Peserta terpilih akan mengikuti program pelatihan gratis selama 2,5 bulan yang difokuskan pada Business Assessment, Product Review dan Konsultasi. 

4. Grab Merchant yaitu aplikasi yang dapat diunduh untuk mendaftarkan menjadi merchant GrabFood dan GrabMart secara mandiri. Aplikasi ini membantu UMKM untuk mendigitalisasi operasional mereka secara menyeluruh, memasukkan profil karyawan, berbelanja barang-barang keperluan, membuat iklan, hingga mendapatkan laporan penjualan dengan mudah dalam satu aplikasi.

5. Menjadi Agen Individu GrabKios. Grab juga menghadirkan inisiatif untuk membantu masyarakat yang mata pencahariannya terdampak akibat COVID-19, untuk bergabung sebagai agen individu GrabKios dan mendapatkan penghasilan tambahan. Di mana para agen bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan. Individu yang tertarik hanya perlu mengunduh aplikasi GrabKios untuk mendaftar.

EDITOR: Wirahadikusumah



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari