logo rilis

Kuasa Hukum Eva-Deddy Serahkan Berkas Permohonan Banding ke MA
berita
Calon Wakil Wali Kota Bandarlampung Deddy Amarullah dan kuasa hukum Eva-Deddy foto bersama usai menyerahkan berkas permohonan banding ke MA, Senin (18/1/2021). FOTO: ISTIMEWA
RILIS.ID, Bandarlampung – Kuasa hukum Eva Dwiana-Deddy Amarullah (Eva-Deddy) secara resmi menyerahkan berkas permohonan banding atas putusan KPU Bandarlampung kepada Mahkamah Agung (MA) di Jakarta, Senin (18/1/2021).

Diketahui, Eva-Deddy mengajukan banding atas putusan KPU Bandarlampung yang membatalkan mereka sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandarlampung pada 8 Januari 2021 lalu.

Baca: Tok! KPU Bandarlampung Diskualifikasi Eva-Deddy

"Alhamdulillah, permohonan banding ke MA berjalan lancar, permohonan sudah diterima,” kata kuasa hukum Eva-Deddy, Muhammad Yunus kepada Rilislampung, Senin (18/1/2021).

Yunus mengatakan, permohonan memori banding ke MA berjalan lancar. Mahkamah Agung juga sudah menerima berkas Eva-Deddy.

"Sekitar pukul 11.00 WIB berkas permohonan sudah diterima MA,” lanjutnya.

Menurut Yunus, pihaknya akan menataati aturan terkait mekanisme pelayanan di MA selama masa pandemi Covid-19.

"Tentunya, kita mengikuti mekanisme yang ada di MA terkait pelayanan di masa pandemi,” tuturnya.

Pihaknya pun berharap MA mengabulkan permohonan banding pasangan calon nomor urut 3 yang diusung PDIP, Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Gelora, dan Partai Hanura.

"Semoga perjuangan ini mendapatkan hasil yang terbaik, khususnya masyarakat Bandarlampung yang telah mendukung dan memilih Eva-Deddy," ucapnya.

Terpisah, Komisioner KPU Bandarlampung Robiul mengatakan bahwa pihaknya berencana menuju ke Jakarta terkait banding Eva-Deddy.

"(Hari ini) Ini baru mau persiapan mau ke Jakarta lagi dengan ketua (Ketua KPU Bandarlampung Dedy Triyadi),” kata Ketua Divisi Hukum KPU Bandarlampung itu. (*)

EDITOR: Segan Simanjuntak



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik




Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari