logo rilis

Korupsi Dana Pekon, Eks Peratin Dituntut 22 Bulan Penjara
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/ Dendi Supratman
RILIS.ID, Bandarlampung – Terdakwa Akrom (42) eks Peratin Desa Teba Liokh Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, dituntut hukuman 22 bulan penjara. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Barat (Lambar), juga meminta terdakwa didenda Rp50 juta.

JPU pun menuntut terdakwa membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp170 juta. Jika tidak, harta bendanya akan dirampas untuk negara. 

“Bila tidak mencukupi akan diganti dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun,” papar JPU di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin (8/3/2021).

Tuntutan tersebut berdasarkan pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) dan (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Sementara, penasehat hukum terdakwa, Adait Tamami, merasa keberatan atas tuntutan JPU tersebut.

"Terkait kerugian negara Rp170 juta, tidak semata-mata digunakan klien kami. Itu semua terprogram sesuai AD/ART BUMDes. Ada pembangunan pasar, pengadaan soundsystem, panggung dan gudang. Semua itu ada buktinya," tandasnya. 

Berdasarkan dakwaan JPU, terdakwa menyelewengkan anggaran dana pekon dari tahun 2016 hingga 2018. 

Pada 2016 Pekon Teba liokh Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, mengalokasikan Bidang Pemberdayaan Masyarakat Rp182,6 juta untuk Penyertaan Modal BUMDes/BUMPek sebesar Rp50 juta.

Kemudian terdakwa meminta uang Rp50 juta dengan seolah-olah uang tersebut diterima ketua Bumdes. 

Selanjutnya pada 2017, terdakwa meminta alokasi anggaran Rp90 juta untuk keperluannya. 

Perbuatan itu diulang kembali pada 2018, di mana terdakwa berdalih meminjam. 

Namun, terdakwa Akrom sampai sekarang belum mengembalikan dana Penyertaan Modal BUMDes 2018 sebesar Rp30 juta.

Atas perbuatannya, terdakwa menyebabkan kerugikan negara sebesar Rp170 juta. 

Rinciannya, pada 2016 sebesar Rp50 juta,  2017 (Rp90 juta), dan 2018 (Rp30 juta). (*)

EDITOR: gueade



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari