logo rilis

Korban Puting Beliung Belum Terima Bantuan, OPD Lepas Tangan
berita
Ilustrasi: Rilis Lampung/Kalbi Ricardo
RILIS.ID, Mesuji – Warga Kabupaten Mesuji yang menjadi korban bencana alam puting beliung Rabu (20/5/2020), hingga saat ini belum juga terdata.

Meski sangat berharap ada bantuan pemerintah karena bencana tersebut, namun warga hanya bisa pasrah.

Ironisnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten setempat lepas tangan dan saling lempar tanggungjawab atas musibah yang menimpa warga yang tekena dampak puting beliung tersebut. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Sahril, mengatakan jika sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari desa-desa yang warganya terkena bencana punting beliung pekan lalu. 

Mengenai sawah dan kebun, terang Sahril, hal itu adalah tanggungjawab dari Dinas Pertanian. 

“Maaf, kami belum terima laporan dari desa-desa tentang korban bencana secara rinci. Sedangkan untuk kerugian sawah dan perkebunan sudah kita informasikan ke pihak Dinas Pertanian karena untuk melakukan perhitungan kerugian masalah pertanian dan perkebunan adalah ranah Dinas Pertanian,” jelasnya, Selasa (26/5/2020).

Sementara korban rumah yang roboh di Desa Wirabangun, Kecamatan Simpangpematang, Sahril mengatakan sudah diproses pembangunan fisiknya. “Kita gotong royongkan dengan TNI-AD,” ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan salah satu warga petani padi di Desa Wirabangun berbatasan dengan Bangunmulyo, Warni (35), belum juga didata untuk mendapat bantuan dari pemerintah karena terdampak bencana puting beliung pekan lalu.

Selain di areal persawahan di Desa Wirabangun, Kecamatan Simpangpematang, petani sawah yang terkena angin badai tempo hari juga menimpa sebagaian petani di Mesuji Timur.

“Kalau soal padi sampai roboh semua itu, ya kami juga mengalami Mas, belum ada juga yang mendata sampai saat ini,” ujar Sutar, warga Desa Tanjungmas Mulya, Mesuji Timur.

Sedangkan para petani yang kebun karetnya juga dihantam badai hingga banyak batang karet patah dan tumbah di Simpangpematang juga tidak didata.

“Ya, saya tidak tahu kalau bisa ada bantuan pemerintah, saya pikir ya sudah nasib, jadi saya diam saja,” ujar Wahono (50), warga Desa Simpangpematang.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, Pariman, saat dikonfirmasi jumlah petani yang lahan persawahan dan kebun terdampak putting beliung beberapa waktu lalu juga belum memberi jawaban. Melalui pesan WhatsApp hingga pukul 19.30 wib, meski masuk, pesan belum dibaca.

Kondisi ini menjadi keprihatian tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Mesuji. “Kita prihatin melihat kondisi Kabupaten Mesuji saat ini. Ditengah kita semua menghadapai wabah pandemic Covid-19 yang belum juga usai.

Musibah lain menimpa yakni angin putting beliung tempo hari. Lagi-lagi warga Mesuji terkena dampaknya. Sayangnya, pemerintah tidak cepat merespon hal ini. 

“Harusnya dinas yang berhubungan langsung dengan kebencanaan sigap menangani hal semacam ini, baik mendata atau memberi bantuan kepada warga yang terkena musibah,” kata Fajarulloh, salah satu tokoh pemuda setempat. (*)

EDITOR: Adi Pranoto



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari