logo rilis

Disebut Terima Rp1 M dari Mustafa, Begini Jawaban Nunik
berita
Ketua PKB Lampung Chusnuia Chalim di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (4/3/2021). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Dwi Des Saputra
RILIS.ID, Bandarlampung – Anggota DPRD Lampung, Midi Iswanto, menyampaikan kesaksian mengejutkan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Kamis (4/3/2021).

Menurut dia, Ketua PKB Lampung Chusnunia Chalim alias Nunik menerima uang Rp1,15 miliar dari Mustafa. Duit itu dimaksudkan agar PKB mendukung pencalonan Mustafa sebagai gubernur Lampung.

Bukan hanya ke Nunik --yang sekarang menjadi wakil gubernur Lampung. Midi juga mengaku memberikan uang kepada beberapa petinggi di PKB.

"Saya catat pengeluarannya. Ada ’kopelan’ ke mana saja dana itu saya berikan," ucap mantan politisi PKB tersebut. 

Namun, keterangan ini langsung dibantah Nunik yang hadir sebagai saksi didampingi suaminya, Erry Ayudhiansyah. Dia menegaskan tidak pernah menerima uang dimaksud.

Atas sanggahan Nunik, Mustafa yang hadir dalam sidang secara daring sempat mengajukan pertanyaan. Yakni, apakah Nunik bersedia membantu mengembalikan uang tersebut.

"Saya bersedia membantu. Tetapi ini masalah hukum. Saya tidak mau mengakui apa yang tidak saya terima," jawab Nunik. 

Perempuan ini hanya mengakui meminjam uang Rp150 juta kepada Midi untuk pembangunan kantor DPC PKB Lampung Tengah. 

"Dan, uang tersebut sudah saya serahkan kepada panitia pembangunan DPC Lamteng," ucap Nunik. 

Tapi, Midi tetap bersikeras keterangan yang disampaikan Nunik tersebut tidak benar. 

Bahkan, ia sampai pindah partai untuk menjaga komitmennya karena pada akhirnya PKB tidak memberikan rekomendasi kepada Mustafa.

"Ini masalah komitmen. Ini juga yang menjadikan saya dipecat dari PKB dan pindah ke Demokrat," ucapnya.

Mantan anggota PKB lainnya, Khaidir Bujung, memperkuat keterangan Midi. Menurutnya, Mustafa menyiapkan uang Rp18 miliar untuk PKB yang disimpan di rumah Midi.

Khaidir bercerita, Nunik awalnya meminta mahar partai Rp30 miliar. Tapi setelah lobi-lobi, angka yang disepakati turun Rp18 miliar.

"Mbak Nunik bilang angka Rp18 miliar deal, tapi untuk NU diurus sendiri (oleh Mustafa)," ucap Khaidir. (*)

EDITOR: gueade



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari