logo rilis

Dicari! Sosok yang Paling Pancasilais di Indonesia
berita
Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Minggu (6/6/2021). FOTO: ISTIMEWA
RILIS.ID, Bandarlampung – Jika ditanya sosok paling Islamis atau yang sempurna mempraktikkan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari, sudah pasti jawabnya adalah Nabi Muhammad SAW.

Namun soal siapa di Indonesia yang bisa disebut sebagai sosok yang Pancasilais atau bisa jadi tolok ukur untuk meneladani Pancasila, siapa pun nama yang disebutkan pasti akan diperdebatkan.

”Karena itu, yang bisa dilakukan terutama untuk generasi muda adalah berupaya sebaik-baiknya agar dapat menjadi sosok Pancasilais yang ideal tersebut,” papar anggota DPRD Lampung Syarif Hidayat, Minggu (6/6/2021).

Hal ini ia sampaikan dalam Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (WK) di Warung Kurma Madu HNI Jl. Imam Bonjol Nomor 37, Sumberrejo, Kemiling.

Syarif menjadi narasumber bersama dua dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung. Masing-masing Ahmad Irzal Fardiansyah dan Rini Fathonah.

Sosialisasi dihadiri puluhan anggota Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandarlampung dengan moderator pemimpin redaksi Rilisid Lampung Ade Yunarso dan dihadiri Lurah Sumberrejo Sejahtera, Fajar.

Menurut Syarif, saat ini ada sebuah fenomena menarik terkait pemahaman generasi muda terhadap Pancasila. Hampir 40 persen kaum milenial menganggap Pancasila sebagai sesuatu yang tidak penting.

”Padahal, Pancasila seharusnya menjadi ideologi sebagai arah dan tujuan hidup warga negara Indonesia,” ujar legislator dari PKS ini.

Sementara, Ahmad Irzal menjelaskan ada empat norma dalam Pancasila. Yakni norma agama, kesopanan, moral, dan hukum.

”Kenapa hukum diletakkan terakhir, karena norma ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa agama, kesopanan, dan moral,” tandasnya.

Sedangkan Rini menerangkan agama dan Pancasila bukan untuk dipertentangkan. Justru sebaliknya, terkait erat dengan batasan yang tegas.

”Misalnya kita tidak bisa mengatakan kalau orang yang memakai jilbab itu tidak Pancasilais atau sebaliknya. Sebab, ini ranahnya agama,” ingatnya.

Sosialisasi itu sendiri berjalan dengan hangat dan mendapat respons positif dari sejumlah peserta. Sampai-sampai 15 menit melebihi dari waktu yang ditentukan. (*)

EDITOR: gueade



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari