logo rilis

Cabuli Siswi SMP, Petugas P2TP2A Lamtim Ditetapkan sebagai Tersangka
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID
RILIS.ID, Bandarlampung – Penyidik Polda Lampung menetapkan DA, oknum petugas Petugas Pusat  Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak.

DA ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kekerasan seksual terhadap NF (13), warga Lampung Timur.

Baca: Seorang Anak di Lamtim Jadi Korban Kekerasan Seksual Oknum Petugas P2TP2A

Informasi penetapan DA sebagai tersangka ini dibenarkan oleh Direktur LBH Bandarlampung Chandra Muliawan selaku kuasa hukum korban.

LBH Bandarlampung telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) A3 Nomor SP2HP/353/VII/RES.1.24/2020/ Ditreskrimum terkait dengan hasil penyelidikan dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Lampung Timur.

“Berdasarkan pemeriksaan lanjutan tersebut, sebagaimana telah dituangkan dalam SP2HP, menerangkan bahwa pihak kepolisian telah menetapkan DA yang semula terlapor sebagai tersangka,” kata Chandra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/7/2020) malam.

Ia meminta pihak kepolisian wajib menangkap dan menahan DA sesuai dengan Pasal 20 KUHP huruf a yang menyatakan untuk kepentingan penyidikan, penyidik atau penyidik pembantu atas perintah penyidik berwenang melakukan penahanan.

“Agar potensi tersangka untuk melarikan diri dan menghilangkan barang bukti dapat diminimalisir sedini mungkin,” ujar Chandra.

Menurutnya, Polda Lampung harus segera memeriksa tersangka yang dapat dikembangkan untuk menggali perkara pencabulan ini secara dalam.

Juga menyisir sejumlah terduga pelaku yang diduga terlibat dalam kasus ini.

“Karena patut diduga tersangka telah melakukan tindak pidana perdagangan orang sesuai dengan fakta dan keterangan korban di dalam proses pemeriksaan dan kami mendesak untuk segera diproses serta diusut sesuai dengan dugaan-dugaan yang ada didalam perkara ini sampai perkara ini terang,” ungkapnya.

Chandra mendorong Polda Lampung untuk segera menangkap DA dan melakukan pemeriksaan untuk mengurai secara komprehensif dan membongkar kejahatan seksual terhadap anak di Lampung Timur.

“Termasuk indikasi dugaan tindak pidana perdagangan orang,” pungkasnya.

Sayangnya, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad enggan memberikan keterangan terkait penetapan DA sebagai tersangka.

Wartawan Rilislampung.id juga mengonfirmasi keterangan tertulis LBH Bandarlampung kepada Pandra melalui pesan WhatsApp-nya. Namun, lagi-lagi ia enggan berkomentar.

Pandra hanya bilang “Silakan dianalisa saja,” singkatnya. (*)

EDITOR: Segan Simanjuntak



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari