logo rilis

Telan Dana Rp4 M, Pengadaan Bibit Kopi Lambar Dipertanyakan
berita
Kepala Bidang Perkebunan Disbunnak Lambar, Sumarlin. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Anton
RILIS.ID, Lampung Barat – Sejumlah kelompok tani (poktan) mengeluhkan pengadaan bibit unggul kopi robusta dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lambar tahun anggaran 2019. Pasalnya bibit tidak seistimewa yang dijanjikan.

Salah satu anggota kelompok tani dari Kecamatan Sekincau, Rismandu Ambarita, menjelaskan saat diterima ukuran bibit tidak sama besar.

”Juga, banyak yang sudah layu bahkan ada beberapa yang mati. Sehingga bibit tidak bisa langsung ditanam sebelum dilakukan perawatan dulu. Ini kan anggarannya cukup besar, tapi hasilnya tidak maksimal. Kami berharap ada penjelasan dari Disbunnak," ujar Rismandu.

Terkait keluhan itu, Kepala Bidang Perkebunan Disbunnak Lambar, Sumarlin, mengungkapkan petani terlalu lama membiarkan bibit tidak ditanam. Sehingga kekeringan bahkan ada yang mati.

"Seharusnya setelah diterima dalam satu bulan bibit langsung ditanam. Sebelum ditanam, bibit terlebih dahulu adaptasi selama dua minggu dan disiram. Kalau bibit tidak telat ditanam sebenarnya tidak ada masalah," yakni Sumarlin.

Pihaknya mengklaim sudah mensurvei 20 kelompok penerima bantuan. Hal itu untuk mengumpulkan informasi mana saja yang mengeluhkan bibit.

”Bukan mau marah atau seotot-ototan, tapi kami akan memberi pemahaman kepada petani," ucapnya.

Diketahui, Dinas Perkebunan dan Peternakan Lambar mendapat kucuran dana sebesar Rp6,31 miliar dalam kegiatan Program Peningkatan Produksi Komoditas Perkebunan Berkelanjutan tahun anggaran 2019 dari APBN.

Peruntukannya Rp4 miliar untuk pengadaan 400 ribu bibit kopi bagi 40 poktan di beberapa kecamatan di Lambar.

Sisanya untuk pengadaan pupuk organik sebanyak 190 ton, pengadaan alat pertanian pascapanen, dan alat pengolahan kopi.

"Bibit yang dibagikan jenis kopi robusta yang terdiri dari 10 varietas dan kesemuanya sudah tersertivikasi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka). Untuk pupuk organik, masing-masing kelompok akan menerima 4.750 kg," lanjut Sumarlin.

Menurut Sumarlin, pengadaan 400 ribu bibit kopi tersebut dilaksanakan dengan sistem lelang dan PT Berkah Lancar Lestari dari Bandarlampung ke luar sebagai pemenang.

Sumber bibit diambil dari dua penangkar di Lampung yakni CV Aneka Tani Maju Mandiri di Lampung Timur dan CV Hikmah Tani dari Lampung Tengah.

"Penangkar Lamtim pemiliknya Mustofa sedangkan Lamteng, Ujang Mahmud, keduanya sudah terverfikasi Puslitkoka. Dan bibit yang dikeluarkan dua penangkar ini bibit unggul nasional jenis robusta yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian dan sudah terverifikasi BP2MD," papar Sumarlin.

Untuk tahun 2020 Disbunnak lambar kembali mendapat kucuran dana dari APBN sebesar Rp3,5 miliar lebih. "Tapi peruntukannya masih menunggu petunjuk operasional kegiatan. Nanti kita informasikan ya," pungkasnya. (*)

EDITOR: gueade



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari