logo rilis

Sebar Foto Syur Polwan, Hukuman Gay Pembunuh Asal Lampung Ditambah
berita
RILIS.ID, KOTA AGUNG – Masih ingat dengan M. Alfiansyah alias Fian, narapidana Lapas Kelas IIB Kota Agung, Tanggamus, yang menyebarkan foto bertelanjang dada Brigpol DW, Polwan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) di Facebook pada tahun lalu?

Ternyata, pada Senin (27/5/2019), majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Sulsel, yang diketuai Imam Suprijadi dengan anggota Heneng Pujadi dan Rusdiyanto Loleh memvonis narapidana gay pembunuh itu dengan hukuman penjara selama 3 tahun dan denda Rp5 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan.

Kepada Rilislampung.id, Humas Kemenkumham Lampung Erwin Setiawan mengaku belum mengetahui jika kasus tersebut sudah diputuskan majelis hakim. Dia juga belum mendapatkan informasi apakah narapidana tersebut akan dikembalikan ke Lapas IIB Kota Agung atau menjalani hukuman di Lapas Makassar.

”Kalau itu Ditjen PAS (Pemasyarakatan) yang memutuskan, apakah ditahan di Kota Agung atau di Makassar,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (12/6/2019).

Diketahui, seperti dilansir detik.com, Alfiansyah merupakan terpidana kasus pembunuhan. Saat itu, ia sedang menjalani masa pemidanaan di Lapas Kota Agung. Dari 8 tahun penjara yang harus dijalani, ia sedang menapak tahun ketiga.

Kasus yang menjerat Alfiansyah itu terjadi pada 6 Oktober 2014. Kala itu, Alfiansyah-Ari-Riki akan melakukan pesta seks sesama jenis di Kota Agung. Saat menuju ke lokasi, ketiganya terlibat percekcokan di kawasan perkebunan. Selisih paham itu membuat Alfiansyah dan Ari kompak mengeroyok Riki.

Riki lalu disiksa dan dibawa ke semak-semak di perkebunan. Alfiansyah dan Ari mengeroyok Riki dengan membabi buta. Ikat pinggang dipakai unuk mencekik Riki. Setelah badan Riki lemas, keduanya meninggalkannya di semak-semak. Mayat Riki baru ketahuan sebulan setelahnya. Polisi kemudian melacak kasus itu dan menangkap Alfiansyah. Adapun Ari masih diburu.

Pada 27 Mei 2015, PN Kota Agung menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara kepada Alfiansyah. Duduk sebagai ketua majelis Srutopo Mulyono dengan anggota Farids Zuhri dan Anshori Hironi. Ketiganya menyatakan Aliansyah terbukti secara sah melakukan kekerasan menyebabkan orang mati.

”Saya merasa tersinggung dan patah hati, karena Riki ingin berhubungan badan dengan Ari, padahal Riki adalah kekasih saya,” ujar Alfiansyah kala itu.

Putusan 8 tahun penjara itu diterima Alfiansyah dan jaksa. Dia menjalani pidana di Lapas Kota Agung. Baru 3 tahun menjalani pidana, ia kembali berulah dengan menjebak Brigpol DW menggunakan akun fiktif di Facebook. Si Polwan jatuh ke pelukannya.

Kisah tentang Brigpol DW ini bermula saat ia berkenalan dengan seorang pria di media sosial. Berdasarkan cerita yang didapatkan dari kepolisian, kepada Brigpol DW, pria itu mengaku berpangkat komisaris polisi dan bertugas di Lampung.

Dari perkenalan di medsos itu, keduanya menjadi dekat hingga sering berkirim foto satu sama lain, termasuk swafoto seksi milik polwan.

Ternyata, swafoto seksi milik Brigpol DW malah tersebar ke media sosial. Tidak hanya itu, pria yang berpangkat kompol itu pun ternyata fiktif. Pihak kepolisian kemudian langsung terbang mengecek pria yang berpangkat itu ke Lampung.

Di Lampung, polisi mendapati pria yang mengaku polisi itu ternyata berada di sebuah Lapas. Pria itu ternyata memalsukan identitasnya kepada DW dan memasang foto pria lain di akun media sosialnya saat berkenalan. Yang mengagetkan, pria ini adalah narapidana kasus pembunuhan.

Pada 14 November 2018, Alfiansyah dibawa penyidik Polda Sulsel dari Lapas Kota Agung, Tanggamus ke Makasssar untuk diadili hingga akhirnya divonis di akhir bulan lalu. Kini, Brigpol DW juga sudah dipecat dari kepolisian.(*)

EDITOR: Wirahadikusumah



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari