logo rilis

Mantan Ketua Karang Taruna Lampung Daftar Balonkada Bandarlampung Lewat PDIP
berita
LO Amin Fauzy AT, Gunawan Handoko (kemeja putih) mengambil formulir pendaftaran balonkada Bandarlampung di kantor DPC PDIP setempat, Rabu (11/9/2019). FOTO: IST
RILIS.ID, Bandarlampung – Mantan Ketua Karang Taruna Lampung periode 1985-1990 dan 1990-1998 Amin Fauzy AT mendaftar ke PDIP sebagai bakal calon kepala daerah (balonkada) Bandarlampung.

Amin Fauzy AT resmi mengambil formulir pendaftaran ke kantor DPC PDIP Bandarlampung, Rabu (11/9/2019). Ia diwakili Gunawan Handoko selaku liaison officer (LO).

Pada pencalonannya di Pilkada Bandarlampung, Amin bertekad membangun Kota Tapis Berseri yang berwawasan lingkungan menuju kota wisata.

Menurutnya, membangun Kota Bandarlampung tidak melulu hanya untuk menunjang bisnis dan mengatasi kemacetan lalu lintas, tetapi juga untuk warga penghuni kota, mulai anak-anak, remaja dan orang tua.

Termasuk menjaga hak-hak para pejalan kaki dan pesepeda demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bagian dari warga kota, Bang Fauzy—sapaan akrabnya –merasa wajib untuk memberi sumbangsih pemikiran agar pembangunan yang sedang atau akan dilakukan hendaknya lebih diutamakan bagi kepentingan publik.

Ia juga menyadari bahwa lahan atau ruang yang ada di Bandarlampung sudah dalam kondisi kritis. Kawasan perbukitan dan tanah rawa sudah berubah fungsi menjadi kawasan komersial dan fasilitas lain yang memiliki nilai ekonomis.

“Akibatnya ruang bagi masyarakat (termasuk Ruang Terbuka Hijau) sebagai tempat untuk berekspresi selalu terkalahkan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Rilislampung.id, Rabu (11/9/2019).

Padahal menurutnya, taman publik sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum dalam melakukan fungsi sosial.

“Taman publik merupakan ekspresi dari nilai-nilai demokrasi, di mana keberadaannya merupakan wadah bagi masyarakat untuk saling berinteraksi dengan alam atau sesama anggota masyarakat tanpa membedakan suku maupun ras. Inilah nilai yang hakiki yang menjadi tema sentral keberadaan sebuah taman publik,” paparnya.

Ia juga meyakini sektor pariwisata dapat menjadi ikon bagi Bandarlampung apabila dikelola secara baik dan profesional.

Menurutnya, banyak potensi wisata yang terdapat di Bandarlampung, di antaranya keberadaan home green atau rumah kayu yang bisa dikembangkan sebagai objek wisata tradisional.

“Kita juga punya Teluk Lampung yang memiliki lekukan bibir pantai yang indah, mengalahkan pantai Losari di Makassar. Untuk itu, program Water Front City (WFC) di kawasan Sukaraja, Telukbetung Selatan yang sempat terhenti, ke depan perlu untuk dilanjutkan. Karena selain sebagai tempat wisata, juga merupakan tempat evakuasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, karena jalur evakuasi sudah ada dalam perencanaannya,” ungkapnya.

Bang Fauzy menyadari bahwa masyarakat tidak hanya sekadar dapat hidup layak secara ekonomi, namun juga mendambakan kehidupan yang terdiri dari manusia-manusia sehat secara psikologis, yakni saling peduli, berempati, berprestasi dan saling bahu-membahu membangun peradaban yang lebih baik di tengah ritme kehidupan kota yang semakin rentan memicu stres dan berbagai penyakit fisik maupun mental.

”Adalah kewajiban setiap warga untuk peduli dan terus melibatkan diri dalam perkembangan kota ini,” pungkasnya. (*)

EDITOR: Segan Simanjuntak



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari