logo rilis

Ketua RT Beber Kronologis Penangkapan Terduga Teroris Terkait Bomber Kartasura
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/ Dendi Supratman
RILIS.ID, Bandarlampung – Ketua RT 05 LK II, Jagabaya II, Wayhalim, Bandarlampung, M. Tauhid mengatakan Ali Amirul Alam (30), terduga teroris yang ditangkap di Pasar Tugu pada Minggu (9/6/2019) diduga terlibat jaringan aksi bom bunuh diri di Pos Pam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurut dia, Ali merupakan target operasi Densus 88 Antiteror Mabes Polri pasca-aksi bom bunuh diri di Pos Pam Kartasura. Baca juga: Terkait Bom Bunuh Diri, Terduga Teroris Dibekuk di Pasar Tugu

Bahkan salah satu rumah warganya bernama Shodik di Jalan Belia Gang Wawai Jaya No. 40, ternyata sudah diamati oleh aparat kepolisian sejak Sabtu (8/6/2019) pagi.

“Katanya pengembangan dari bom bunuh diri di Sukoharjo itu. Kalau (Ali) dia sebagai apa saya kurang tahu,” kata Tauhid saat ditemui di kediamannya, Minggu (9/6/2019) malam.

Sebelum penangkapan, Tauhid yang saat itu tengah berada di bengkel tiba-tiba mendapat telepon nomor tidak dikenal yang menanyakan perihal rumah kontrakan di samping rumahnya yang kini ditempati oleh Shodik.

Saat menuju rumah dan melewati masjid, ia mendapati beberapa buser yang dikenal sedang berada di masjid. Bhabinkamtibmas setempat menelpon dan mengajaknya bertemu khusus sebelum azan zuhur berkumandang.

Dia kemudian diperlihatkan foto dua orang pria. Foto pertama yakni Shodik yang merupakan warganya dan satu orang pria yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

“Saya diajak pulang ke rumah, nggak lama satu orang dari Mabes Polri datang bilang kalau yang diintai itu bukan Shodik, tapi tamu si Shodik tanpa menyebutkan namanya siapa,” tuturnya.

Tauhid menuturkan, sejak itu polisi berpakaian preman sudah banyak yang berkeliaran di sekitar rumah Shodik dan rumahnya.

Sore harinya, ia melihat adik ipar Shodik, SHF (27) datang ke rumah Shodik yang memang sudah dikenal oleh warga sekitar.

Sekira pukul 11 malam, satu unit mobil menurunkan seorang pria yang belakangan diketahui bernama Ali Amirul Alam.

Polisi pun meminta anak kandung Tauhid untuk mengecek identitas pelaku dengan cara berpura-pura bersilaturahmi saat Lebaran.

Dari sanalah, polisi mencocokan ciri-ciri tamu yang baru datang dengan Ali yang merupakan target operasi.

“Dua petugas menginap di rumah warga untuk mengintai. Jam delapan pagi tadi, Shodik, istrinya, ibu mertuanya dan si Ali keluar naik motor, katanya ke Pasar Tugu. Mereka berangkat itu sudah diikuti sama buser,” jelasnya.

Usai penangkapan di Pasar Tugu, polisi berpakaian dinas dan preman kembali mendatangi rumah kontrakan Shodik.

Di rumah tersebut, polisi menggeledah sebagian rumah dan menanyakan barang dan posisi Ali tidur. Petugas mengamankan satu buah tas ransel berwarna abu-abu yang berisi dua kaus hitam dan cokelat, plat kendaraan seri AD, ponsel kecil dan plastik-plastik bekas.

“Si Ali itu orangnya hidung mancung, berjenggot, dan rambutnya gondrong diikat,” ungkap Tauhid.

Tauhid mengaku, dari aparat kepolisian dirinya mendapatkan informasi jika Ali sempat dicari di Jogja namun sudah terlebih dahulu berangkat ke Lampung.

Ali diketahui merupakan pengembangan kasus bom bunuh diri di Sukoharjo beberapa waktu lalu.

“Katanya Ali ini dulu suka ikut ceramahnya Abu Bakar Baasyir. Dia itu Islam radikal,” pungkasnya. (*)

EDITOR: Segan Simanjuntak



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari