logo rilis

Harga Singkong Turun, Pemkab Mesuji Janji Panggil Perusahaan dan Lapak
berita
Ilustrasi singkong. FOTO: IST
RILIS.ID, Mesuji – Turunnya harga komoditas ubi kayu (singkong) yang menyentuh angka Rp800 per kilogram membuat Pemkab Mesuji akan memanggil perusahaan dan lapak singkong yang ada di daerah tersebut.

"Kita akan duduk bersama, kita mau tahu kondisi singkong kenapa sampai saat ini turun terus," kata Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Mesuji Arif Susanto saat dihubungi, Sabtu (17/10/2020).

Harga singkong yang anjlok juga membuat petani menjerit. Mereka mempertanyakan penyebab dan langkah yang harus diambil untuk memulihkan kembali harga seperti semula, yakni Rp1.400 sampai Rp1.500/kg.

"Paling tidak kita bisa menjawab pertanyaan petani, sekaligus mencari solusi bersama agar petani tidak terus menerus dirugikan dengan turunnya harga ini,” ujar Arif.

Namun, Arif tidak menyebut kapan pihak perusahaan tapioka dan lapak singkong tersebut akan dipanggil. Ia hanya bilang dalam waktu dekat ini.

"Bagaimana caranya kita minta perusahaan yang produksi tepung tapioka bisa memberi harga yang tidak terlalu rendah kepada petani. Harga yang wajar. Yang tidak merugiakan petani. Meski kita juga harus menyadari banyak faktor yang menyebabkan harga turun. Mulai dari supplay and demand yang juga menjadi pertimbangan,” tambahnya.

Pemda Mesuji, masih kata Arif, juga ingin mengedukasi petani agar kualitas singkong tetap terjaga dan bisa mendongkrak harga jual.

"Mulai dari jenis singkongnya, apakah yang direkomendasi untuk tepung tapioka atau bukan. Juga perlakuan panen, yakni ubi kayu atau singkong harus bersih, tidak bercampur tanah dan batang atau bonggol dipotong bersih. Nah, kalau sudah bagus hasil panennya kita bisa komplain ke lapak atau pabrik yang menimbang singkong,” paparnya.

Salah satu petani singkong Rianto, warga Brabasan, Kecamatan Tanjungraya, meminta agar pemerintah memberi perlindungan harga singkong agar petani tidak merugi.

Karena menurutnya, dalam satu bulan terakhir, harga singkong terus terjun bebas hingga menyentuh angka Rp800/kg.

"Alasan lapak-lapak ya karena harga di pabriknya juga turun,” ucapnya.

Sementara itu, pengelola lapak singkong Joko Suyitno mengaku penetapan harga mengikuti pasar.

"Kalau lagi naik, ya kita dapat harga bagus, permintaan banyak. Kalau lagi sekarang ini, ya memang lagi turun (harga), sedangkan supply singkong meningkat, jadi harga turun,” katanya.

Dengan kondisi itu, para petani yang masih memungkinkan untuk menahan untuk tidak menjual singkongnya tetap mempertahankan komoditasnya.

"Saya tahan. Sampai sekarang belum cabut singkong. Tunggu harga kalau-kalau naik, satu dua bulan inilah sampai Desember. Mudah-mudahan naik harganya,” timpal Sunaryo, pemilik kebun singkong di Simpangpematang. (*)

EDITOR: Segan Simanjuntak



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari