logo rilis

Bicara soal Korupsi, Arinal Pilih Pencegahan Ketimbang Penindakan
berita
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menerima cenderamata dari Rektor Unila Karomani yang disaksikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Rektorat Unila, Kamis (13/2/2020). FOTO: IST
RILIS.ID, Bandarlampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak semua pihak berkomitmen mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi melalui kerja baik dan bersih.

“Insyaallah, kita semua amanah untuk melakukan hal itu ke depan," katanya saat menghadiri seminar nasional Sinergitas Perguruan Tinggi dengan KPK dalam Pencegahan Korupsi di Daerah di Ruang Sidang lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Lampung (Unila), Kamis (13/2/2020).

Di hadapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron, Arinal juga mengajak perguruan tinggi bersinergi untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Sebab menurutnya, pencegahan dan pemberantasan korupsi tidak cukup dengan membuat peraturan perundang-undangan, melainkan juga membangun komitmen sumber daya manusia (SDM).

"Tanpa membangun SDM yang baik dan berintegritas, mustahil komitmen pencegahan dan pemberantasan korupsi dapat berjalan dengan maksimal," jelasnya.

Lebih jauh, Arinal mengungkapkan pencegahan menjadi kata kunci dalam pemberantasan korupsi.

"Pilihan kita hari ini dan besok adalah lebih baik pencegahan daripada penindakan," ujarnya.

Untuk bisa mencapai optimalisasi penggunaan seluruh sumber daya tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung sejak tahun 2017 sudah bekerjasama dengan Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK.

Progres capaiannya sudah mencapai 82 persen yang meliputi perencanaan dan penganggaran APBD 95 persen, manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) 90 persen, kapabilitas APIP 87 persen, manajemen aset daerah 80 persen, optimalisasi pendapatan 78 persen, pelayanan terpadu satu pintu 77 persen, serta pengadaan barang dan jasa 67 persen.

"Sampai tahun 2019, progres rencana aksi Korsupgah Lampung mencapai 67 hingga 90 persen untuk 15 kabupaten/kota," urai Arinal.

Pemerintah Kota Bandarlampung mencapai progres paIing tinggi sebesar 90 persen. Diikuti Pemerintah Kabupaten Tulangbawang 87 persen dan Pringsewu 84 persen.

Arinal berharap pemerintah kabupaten/kota dapat mengoptimalkan kerja sama dengan Tim Korsupgah KPK guna optimalisasi koordinasi, supervisi dan pencegahan korupsi secara terintegrasi.

"Tidak ada kata terlambat, mari kita bersama-sama membangun Lampung berjaya dengan menghindarkan dan cegah korupsi," tandasnya.

Sementara Rektor Unila Karomani mengatakan perguruan tinggi mempunyai andil besar dalam pemberantasan korupsi.

Menurutnya, skema kerja sama antara perguruan tinggi dan KPK harus terus dikembangkan dan dikuatkan.

"Selain mempunyai sumber daya dosen dan ilmuan yang banyak melakukan kajian dan kegiatan anti-korupsi, juga karena perguruan tinggi memiliki ribuan mahasiswa. Mereka mempunyai paradigma anti-korupsi," ujarnya. (*)

EDITOR: Segan Simanjuntak



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari