logo rilis

Aksi Perampok di Tubaba: Sandera Korban, Minta Uang Tebusan hingga Bawa Kabur Suzuki Carry
berita
Dua perampok saat digelandang ke Polsek Tulangbawang Tengah, Rabu (15/5/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Joni Efriadi
RILIS.ID, Tulangbawang Barat – Komplotan perampok mulai beraksi di wilayah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba). Mereka tidak segan-segan menghabisi korbannya jika keinginannya tidak terpenuhi.

Seperti dilakukan enam perampok yang beraksi di jalan lintas Kelurahan Panaragan Jaya, pada Selasa (14/5/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kawanan perampok ini mengaku sebagai anggota Polri saat berhasil menghentikan mobil Suzuki Carry pikap warna hitam BE 8615 KV yang dikemudikan Maprizal (44) bersama seorang rekannya, Iskandar (47).

Maprizal dan Iskandar hendak mengantarkan minyak goreng Pasar Panaragan Jaya. Setelah berhenti, salah satu pelaku langsung menghampiri korban dan mengaku anggota polisi.

Pelaku tersebut langsung masuk ke dalam mobil korban dan melakukan penyanderaan. Kawanan perampok itu kemudian meminta uang tebusan kepada keluarga korban sebesar Rp10 juta.

“Setelah uang tebusan tersebut diterima, para pelaku lalu meninggalkan korban di Simpang PU perbatasan antara Tulangbawang Tengah dengan Tumijajar, juga membawa kabur mobil Carry pick up tersebut,” ungkap Kapolsek Tulangbawang Tengah Kompol Zulfikar, Rabu (15/5/2019).

Mendapat laporan korban, petugas pun langsung sigap mengejar keberadaan para pelaku. Kurang dari 24 jam, Polsek Tulangbawang Tengah bersama Tekab 308 Polres Tulangbawang berhasil menangkap SU (37) warga Kampung Bandaragung dan PE (36) warga Kampung Tatakarya Kecamatan Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara.

Saat ditangkap di rumahnya masing-masing, pada Rabu sekitar pukul 05.30 WIB, kedua pelaku sempat melakukan perlawanan kepada petugas.

"Karena membahayakan petugas, sehingga dengan terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur (menembak) pada kaki para pelaku,” kata Zulfikar.

Petugas menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit Suzuki Carry ST-150 pick up warna hitam BE 8615 KV beserta STNK, satu unit Toyota Avanza warna hitam beserta STNK, uang tunai Rp535.000, kayu warna coklat 50 sentimeter, sebilah badik dan satu unit handphone Samsung warna putih.

“Sementara empat rekannya yang sekarang masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) masih terus dikejar,” ujar Zulfikar. (*)

EDITOR: Segan Simanjuntak



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari