logo rilis
Waspada Hoaks! Letusan Aman karena Krakatau sedang Tumbuh
berita
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Juli 2018. FOTO: AFP
RILIS.ID, Bandarlampung – Masyarakat Lampung diminta tidak panik dan percaya dengan hoaks bahwa letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) yang saat ini terjadi sangat berbahaya.

Yang sebenarnya terjadi, siklus erupsi gunung berapi itu merupakan proses aktifnya GAK untuk tumbuh besar.

Sekadar diketahui, banyak yang membuat postingan di media sosial (medsos) bahwa masyarakat sekitar Panjang, Kalianda, Bakauheni, dan pesisir Lampung berhati-hati dengan erupsi yang terjadi karena berpotensi tsunami.


ADVERTISEMENT

Ada pula yang menuliskan penduduk di kawasan Cilegon Anyer agar menjauh dari pantai sejauh dua kilometer. 

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi, menegaskan kabar tersebut hoaks.

"Larangan yang benar adalah para pengunjung dan masyarakat dilarang mendekati kawah gunung dalam radius dua kilometer dari kawah,” tegasnya, Selasa (2/10/2018).

Dia menjelaskan erupsi yang saat ini terjadi hanya mengancam pulau-pulau kosong di sekitarnya. Beberapa nelayan bahkan masih ada yang mencari ikan dengan radius aman.

”Erupsi saat ini merupakan proses GAK membangun tubuhnya untuk tinggi. Karena, proses ini terus terjadi sejak kemunculannya pada 1927. Siklusnya delapan tahun istirahat lalu meletus, istirahat meletus lagi. Begitu seterusnya,” bebernya.

Andi menuturkan, erupsi GAK yang terjadi hingga ratusan kali ini setiap harinya justru lebih baik ketimbang 'perilaku' Gunung Krakatau Purba pada 1883.

Pada1883 Gunung Krakatau meletus sangat dahsyat karena sebelumnya ”tertidur” selama 200 tahun. Padahal, tidurnya Krakatau adalah proses mengumpulkan energi.

”Sekarang cuma 1-8 tahun, tidak pernah lebih dari itu. Insya Allah nggak apa-apa," ungkapnya. Dia membeberkan bahwa GAK kembali aktif pada 2018 sejak tertidur pada 2012. 

"Letusan GAK memang seperti itu. Kalau lihat foto sama videonya memang seram. Tapi ya memang seperti itu, jaraknya jauh karena berada di tengah laut. Insya Allah aman," yakinnya. (*) 

 

 

 

EDITOR: gueade



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik

Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari