logo rilis

Ratusan Lansia Lamsel Ikuti Lomba Pantun Jadul
berita
Ratusan lansia saat membuat pantun jadul, Minggu (23/2/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Agus
RILIS.ID, Lampung Selatan – Lomba menulis pantun jadul, menjadi salah satu kegiatan di Taman Edukasi Kebencanaan Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Sebanyak 115 lanjut usia (Lansia) mengikuti lomba yang digelar kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Bina Remaja Desa setempat.

Ketua Pokdarwis Bina Remaja, Iyunk mengatakan, lomba pantun jadul untuk memotivasi kaum lansia untuk belajar menulis dan membaca. Hal tersebut sama seperti dilakukan anak-anak usai pulang sekolah. 

”Kami mengusung tema melestarikan budaya lokal. Karena pantun zaman dahulu banyak digunakan oleh para lansia saat berkumpul menemani cucu-cucunya. Makanya begitu mereka kumpul tercetus ide untuk membuat lomba pantun jadul bagi lansia,” kata Iyunk, Minggu (23/2/2020). 

Dari hasil penilaian terhadap pantun jadul yang ditulis para lansia, Iyunk mengaku sangat senang dan bangga. Meski pantun yang mereka buat masih banyak yang ’miring-miring’, tapi semangat peserta luar biasa.

”Dari hasil pantun yang diserahkan ke panitia akan kita arsipkan di Perpustakaan Desa. Selain itu hasil pantun yang bagus akan dicetak dan dilestarikan. Mudah-mudahan ke depan akan kita gelar lagi dan lebih meriah,” imbunya.

Suhaiyah (68) salah satu peserta mengaku, saat masih anak-anak dulu sering mendengar pantun dari neneknya. Meski sedikit lupa, tapi ia masih ingat dengan pantun yang didengarnya di saat kumpul bersama teman-temannya.

”Masih ingat tapi ya kalau mau nulisnya itu yang bingung. Dulu kalau kumpul nenek-nenek selalu kami dengar pantun dari mereka. Bahkan sekarang kami juga kasih pantun ke cucu kalau lagi kumpul,” ujar Suhaiyah diamini Haisah (65).

Kepala Desa Kunjir , Rio Imanda, sangat mendukung kegiatan Pokdarwis Bina Remaja dalam melestarikan seni budaya pantun. Apalagi di desanya sudah ada tempat wisata yang digunakan oleh masyarakat untuk bersantai.

”Ada ruang edukasi di mana kami menyediakan untuk masyarakat lokal juga di luar desa kami. Apa yang dilakukan anak-anak muda seperti lomba pantun jadul, mudah-mudahan seni budaya ini bisa tetap lestari dan dipertahankan,” ujar Rio Imanda. (*)

EDITOR: gueade



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari