logo rilis

Kursi Wakil Wali Kota, Menguat Nama Mirza dan Fauzan
berita
Rahmat Mirzani Djausal. FOTO RILISLAMPUNG.ID /Taufik Rohman
RILIS.ID, Bandarlampung – Bursa bakal calon wali kota dan wakil wali kota (wali-wawali) di Kota Bandarlampung makin seru. Eva Dwiana Herman HN dan Rycko Menoza SZP disebut-sebut kandidat wali kota terkuat.

Sementara, untuk wakil muncul dua nama Rahmat Mirzani Djausal dan Fauzan Sibron (berita ini juga dapat dibaca di koran Rilisid Lampung edisi Senin, 27/5/2019).

Pengusaha muda sukses, Rahmat Mirzani Djausal, kini terpilih sebagai calon anggota legislatif dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 untuk DPRD Provinsi Lampung.

Mantan ketua Himpinan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung itu membawa bendera Partai Gerindra. Dia maju di daerah pemilihan (dapil) Bandarlampung dengan nomor urut 2.

Banyak yang mengabarkan bahwa dia saat ini tengah dilirik banyak calon yang sudah menampilkan gambar di beberapa tempat di Kota Bandarlampung. Contohnya Eva Dwiana Herman HN (PDIP) dan Rycko Menoza SZP (Golkar).

Bunda Eva –sapaan Eva Dwiana, dan Rycko bahkan katanya intens mendekati Mirza (panggilan akrab Rahmat Mirzani) untuk mendampingi mereka di pemilihan wali kota (pilwakot) Bandarlampung 2020.

Saat diwawancarai Rilisid Lampung di Hotel Sheraton, Bandarlampung, Mirza tak menampik berkembangnya lamaran terhadap dirinya sebagai balon wawali itu.

Namun begitu, ia menyatakan tak memprioritaskan Bunda Eva maupun Rycko. Sebab, semua pilihan ia serahkan sepenuhnya kepada partai politiknya.

"Memang jika dilihat dari perolehan kursi Gerindra di Kota Bandarlampung sangat memungkinkan untuk memajukan calon. Tapi siapa kadernya diserahkan kepada partai," ungkap Ketua Umum Pengprov Perbasasi Lampung periode 2018-2022 ini.

Mirza menandaskan dirinya adalah kader dan aset partai. Jika memang diminta untuk maju, dia menyatakan siap. Ia juga bersedia naik kelas dengan menjadi bakal calon wali kota.

”Lagi-lagi saya serahkan kepada partai. Apakah partai memerintahkan posisi nomor satu atau nomor dua, kita lihat saja. Saya siap ikuti perintah partai," tegasnya.

Menurut dia, antusias kader partai untuk mengusulkan calon wali kota sendiri sangat kuat. Hal ini boleh dibilang merupakan efek pemilihan umum (pemilu) 2019 pada April lalu.

"Ini kan kebijakan kolektif, artinya melihat situasi dan kondisi. Tapi antusias dari bawah untuk mengusulkan kader partai pascapilpres memang sangat kelihatan dan itu kita syukuri," ungkapnya. 

Disinggung restu orangtua Faisol Djausal terkait pilwakot, Mirza mengaku belum meminta langsung. Dia hanya menyatakan mendapat dukungan saat maju sebagai anggota DPRD Lampung.

Di tempat sama, Ketua BPD HIPMI Lampung, Arinanda Djausal, mengaku secara pribadi mendukung jika Mirza --yang tak lain kakak kandungnya, meramaikan bursa pilwakot. 

"Kalau secara pribadi saya mendukung, tapi personal ya bukan bawa-bawa nama HIPMI," ungkapnya. 

Support sama akan ia berikan kalau ada kader HIPMI Lampung yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Tak harus kakaknya, siapa saja.

Nama kedua yang dilirik sebagai balon wakil wali kota adalah Fauzan Sibron, anggota DPRD Lampung dari Partai NasDem yang kembali terpilih pada pileg 2019 ini.

Eva dan Rycko disebut-sebut juga telah melakukan penjajakan pada pengusaha itu.

Namun sayang, Sekretaris DPW NasDem Lampung tersebut terlihat masih malu-malu membicarakan persoalan ini. Ia menyatakan akan berkonsentrasi lebih dulu pada pelantikan anggota DPRD Lampung.

"Nggak elok lah kalau saya saat ini bicara soal itu. Yang hasil pileg ini saja belum dilantik. Nanti sajalah ya," kelitnya. (*)

EDITOR: gueade



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari