logo rilis

Dibebani Pajak 30 Persen, PT HMA Mundur Kelola Parkir Branti
berita
Owner PT Hesadiwanto Mandiri Air, Hery Sulistyo. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Bayumi Adinata
RILIS.ID, Bandarlampung – PT Hesadiwanto Mandiri Air (HMA) mundur sebagai pengelola lahan parkir di Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan (Branti Lamsel).

Mereka keberatan atas pajak parkir sebesar 30 persen yang ditetapkan Pemkab Lamsel.

Kepala Bandara Radin Inten II, Asep Kosasih Samapta, menyampaikan hal itu usai menggelar rapat dengan PT HMA dan Pemkab Lamsel, Kamis (15/8/2019).

Atas mundurnya PT HMA per 14 Agustus 2019, kini pihak bandara-lah yang otomatis bertanggungjawab penuh atas pengelolaan parkir.

Dia akan menyiapkan rencana matang seperti membentuk tim khusus membidangi keuangan, aplikasi, operasional, dan SDM.

Soal keberatan PT HMA, pihak bandara sebelum ini telah meminta arahan ke pemerintah pusat untuk.

"Kami tidak bisa mengambil keputusan sepihak, harus izin dulu ke pusat karena bandara ini kewenangan pusat dan ini ‘plat merah’ berarti ada aturan main," jelasnya.

Ternyata Direktorat Jenderal Perhubungan Udara merekomendasikan pembayaran pajak parkir sebesar 30 persen tidak bisa dilakukan. 

Sementara itu, owner PT HMA, Hery Sulistyo, menerangkan pada intinya pengunduran diri ini tidak ada paksaan dari siapapun.

”Ini memang kemauan kita dan kami juga merasa terbebani dengan adanya pembayaran pajak sebesar 30 persen," beber mantan asisten I Pemprov Lampung itu.

Menurut dia, tarif diterapkan Rp5 ribu. Jika Pemkab Lamsel ingin memunggut pajak 30 persen, mestinya dinaikkan dahulu. Juga, ada pembicaraan dengan Ditjen Perhubungan Udara.

"Kalau seperti ini, kami keberatan karena merugikan perusahaan. Bagaimana tidak, penghasilan kita per hari Rp15 juta dikali sebulan dapatnya Rp450 juta,” ungkapnya.

Uang itu kemudian digunakan membayar sewa lahan ke bandara sebesar Rp350 juta. Sisanya hanya Rp100 juta untuk membayar gaji karyawan sebanyak 42 orang.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lamsel Badruzzaman menyesalkan mundurnya PT HMA. Semestinya, mereka dapat lebih dahulu mengajukan keberatan lewat surat.

"Jika benar mundur, kami ingin mempertanyakan pajak dari pendapatan kemarin-kemarin. Apakah tetap dibayar atau seperti apa. Belum ada pembahasan lebih lanjut, kami akan rapatkan kembali," tutur dia. (*)

EDITOR: gueade



Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Rubrik



Terkini

  • icon
    Dapatkan berita terkini setiap hari